Banyak orang fokus pada produk perawatan rambut dari luar, tapi sering mengabaikan bahwa pola makan juga sangat mempengaruhi kesehatan rambut. Padahal, apa yang kamu makan setiap hari punya dampak besar terhadap kesehatan rambut. Rambut memang dirawat dari luar, tapi tumbuh dan bertahan dari dalam. Benarkah pola makan bisa berdampak langsung pada kondisi rambut, terutama jika sedang memanjangkan rambut? Apa saja penyebab rambut jadi tidak sehat karena pola makan yang salah, dan bagaimana cara menyusun pola makan yang baik untuk mendukung rambut panjang dan kuat?
Pola Makan Bisa Mempengaruhi Rambut
Rambut tumbuh dari akar (folikel) yang mendapatkan nutrisi dari darah. Nutrisi ini berasal dari makanan yang kamu konsumsi.
Kalau tubuh kekurangan nutrisi penting, maka:
- Rambut akan tumbuh lebih lambat
- Lebih mudah rontok
- Tekstur rambut jadi kasar, kering, dan tidak bercahaya
Rambut Tidak Sehat Akibat Pola Makan yang Salah
Diet Ketat / Defisit Kalori Berlebihan
Kurangnya asupan energi membuat tubuh fokus menjaga organ vital—bukan rambut. Akibatnya, pertumbuhan rambut terhenti atau lambat.
Kurang Protein
Rambut tersusun dari protein keratin. Tanpa cukup protein, rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
Kekurangan Zat Besi, Zinc, dan Vitamin D
Nutrisi ini penting untuk mengatur sirkulasi oksigen ke folikel rambut dan menjaga kekuatan akarnya.
Terlalu Banyak Makanan Olahan dan Gula
Makanan tinggi gula dan lemak jenuh bisa memicu peradangan, mempengaruhi hormon, dan membuat rambut lebih cepat rontok.
Tanda-Tanda Pola Makanmu Merusak Kesehatan Rambut
Jika kamu merasa sudah rutin pakai hair care, tapi kondisi rambut tetap memburuk, bisa jadi penyebab utamanya ada pada pola makan yang tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan nutrisi penting akan memberikan sinyal dan rambut adalah salah satu yang paling pertama terpengaruh. Berikut tanda-tanda yang bisa kamu perhatikan:
Rambut Rontok Berlebihan
Rambut rontok sekitar 50–100 helai per hari masih tergolong normal. Tapi jika jumlahnya jauh lebih banyak, bisa jadi tubuhmu kekurangan nutrisi seperti:
- Protein: Tanpa cukup protein, tubuh akan menghemat sumber daya dan menghentikan pertumbuhan rambut.
- Zat besi: Tanpa oksigen yang cukup ke folikel rambut, akar rambut jadi lemah.
- Zinc dan vitamin B-kompleks: Berperan dalam pembelahan sel dan regenerasi rambut.
Rambut rontok bisa jadi sinyal awal tubuhmu kekurangan gizi!
Ujung Rambut Bercabang
Rambut yang tidak mendapat cukup nutrisi dari dalam akan kehilangan kekuatannya. Ini membuat batang rambut, terutama bagian ujungnya, menjadi rapuh dan mudah pecah.
Penyebab utamanya bisa karena:
- Kekurangan asupan lemak sehat (omega-3)
- Dehidrasi
- Tidak cukup vitamin E dan biotin
Meski kamu rajin potong ujung rambut, jika asupan gizi buruk, rambut tetap mudah bercabang.
Rambut Tumbuh Sangat Lambat
Rambut manusia tumbuh sekitar 1–1,5 cm per bulan. Kalau pertumbuhanmu terasa jauh lebih lambat, bisa jadi kamu kekurangan:
- Vitamin D: Mengaktifkan folikel rambut agar tetap produktif
- Biotin dan protein: Komponen utama pembentuk keratin rambut
- Kalori dan energi: Diet rendah kalori ekstrem bisa memperlambat metabolisme dan pertumbuhan rambut
Pertumbuhan rambut yang stagnan sering disebabkan tubuh “hemat energi” akibat kekurangan nutrisi.
Kulit Kepala Kering atau Berminyak Tidak Seimbang
Kulit kepala adalah “tanah tempat tumbuhnya rambut.” Jika terlalu kering atau terlalu berminyak, itu pertanda keseimbangan nutrisi dan hormon terganggu.
Penyebab umum:
- Kurang vitamin A dan C (mengatur produksi sebum alami)
- Kurang omega-3 (melembapkan dari dalam)
- Konsumsi gula berlebihan (memicu peradangan dan kelebihan minyak)
Keseimbangan kulit kepala sangat bergantung pada pola makan harian.
Kuku Rapuh dan Kulit Kusam (Indikasi Kurang Gizi)
Rambut, kuku, dan kulit memiliki komponen struktur yang sama—keratin. Jika kuku mudah patah, kulit kering/kusam, dan kamu sering merasa lesu, itu pertanda jelas:
- Tubuh kekurangan zat besi, protein, atau zinc
- Kekurangan vitamin A, E, dan C
- Sirkulasi darah ke permukaan tubuh (termasuk ke folikel rambut) tidak optimal
Kalau kuku dan kulitmu bermasalah, hampir pasti rambutmu juga mengalami hal yang sama.
Baca Juga: Benarkah Makanan Bisa Memperlambat Pertumbuhan Rambut?
Tips Menentukan Pola Makan yang Baik
Konsumsi Protein Cukup
Telur, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan ikan penting untuk pembentukan struktur rambut.
Cukupi Zat Besi dan Zinc
Didapat dari bayam, daging merah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Tambah Vitamin dan Antioksidan
Vitamin A, C, dan E menjaga kesehatan kulit kepala dan melindungi rambut dari kerusakan.
Cukup Air Putih
Dehidrasi membuat rambut kering dan mudah patah.
Kurangi Fast Food, Gula, dan Gorengan
Makanan ini bisa memperlambat pertumbuhan rambut karena menyebabkan stres oksidatif dan ketidakseimbangan hormon.
Tips Pola Makan Harian untuk Rambut Sehat
- Sarapan: Oat + telur rebus + buah (pisang atau beri)
- Snack pagi: Almond & air putih
- Makan siang: Nasi merah + ikan + bayam
- Snack sore: Greek yogurt + potongan mangga
- Makan malam: Sup ayam + brokoli + ubi rebus
Jangan anggap remeh pola makan. Kalau kamu ingin rambut yang panjang, kuat, dan sehat, gizi seimbang sama pentingnya dengan produk perawatan rambut. Nutrisi dari makanan adalah pondasi utama untuk mendukung pertumbuhan rambut dari akar. Setelah tubuhmu diberi nutrisi dari dalam, lengkapi dengan Hair Treatment Coat produk yang melindungi batang rambut dari panas, polusi, dan kerusakan sehari-hari.


